Sabtu, 18 Juni 2016

Penyebab Mata Gatal



Mata merah dan gatal biasanya diakibatkan oleh masuknya kotoran seperti debu kedalam mata. Selain itu, terlalu lama didepan komputer juga bisa menyebabkan mata merah. Paparan sinar matahari dan debu adalah penyebab mata gatal dan merah yang umum. Konjungtivitis, peradangan pada konjungtiva atau selaput luar mata disebut dengan konjungtivitis. Konjungtivitis disebabkan karena infeksi virus atau bakteri dan hal ini dapat menular dengan mudah dari satu orang ke orang lain. Kemerahan, gatal, mata berair adalah gejala umum dari konjungtivitis. Alergi yang disebabkan karena alergen udara adalah salah satu penyebab mata gatal. Alergi mata bisa disebabkan karena berbagai penyebab seperti paparan debu, jamur, udara kering, dan gas beracun. Ketegangan pada otot mata juga merupakan salah satu kondisi yang menyebabkan mata gatal, mata merah dan mata kering. Glaukoma merupakan salah satu penyebab yang paling parah. Penyakit ini disebabkan karena peningkatan tekanan dalam bola mata, yang menyebabkan kerusakan pada saraf optik. Penglihatan kabur dan mata merah adalah gejala glaukoma.


Jika kondisi ini tidak diobati untuk waktu yang lama maka dapat menyebabkan kebutaan permanen. Beberapa cara mengobati mata merah dan gatal yaitu dengan cara berhenti menggosok mata yang gatal. Menggosok mata bisa mendorong alergen atau bakteri masuk lebih dalam sehingga akan meningkatkan rasa gatal pada mata. Cuci mata dengan air mawar. Ini merupakan salah satu cara pengobatan praktis yang bisa dilakukan sendiri di rumah. Cuci mata setiap hari menggunakan air mawar untuk memberikan efek rasa dingin dan menenangkan pada mata. Berdasarkan penyebabnya, penyebab mata gatal atau konjungtivitis alergi dapat dibagi menjadi beberapa jenis, berikut adalah jenisnya:
·         Konjungtivitis papilari raksasa, merupakan konjungtivitis alergi yang disebabkan oleh penggunaan lensa mata kontak yang tidak bersih atau kotor.
·         Konjungtivitis dermatokontak, merupakan konjungtivitis alergi yang disebabkan oleh paparan dengan bahan–bahan kosmetik.
·         Konjungtivitis alergi musiman, konjungtivitis ini dipengaruhi oleh musim terutama pada saat awal musim kemarau dimana banyak serbuk sari tumbuhan dan jamur yang beterbangan di udara.
·         Konjungtivitis alergi kontiniu, Konjungtivitis ini tidak terpengaruh oleh musim, bisa terjadi kapan saja di sepanjang tahun. Penyebab mata gatal ini adalah karena debu, kutu, bulu binatang, asap rokok, polusi udara, parfum.
Berikut ini adalah cara untuk mengobati penyakit mata gatal:
·         Teh hijau


Teh hijau memiliki sifat antibakteri yang mampu menyembuhkan mata gatal. Teh hijau juga mengandung anti-inflamasi yang membantu menenangkan mata. Rebus secangkir teh hijau selama beberapa menit, barkan menjadi dingin. Bilas mata anda dengan airnya, setiap pagi dan sore hari hingga gejala menjadi reda.
·         Air Mawar


Iritasi mata juga bisa di obati dengan menggunakan air mawar dan cukup praktis karena bisa dilakukan sendiri di rumah. Caranya adalah dengan membersihkan mata dengan air mawar minimal tiga kali sehari hingga iritasi dan rasa gatal sudah tidak terasa lagi. Air mawar juga akan memberikan rasa sejuk pada mata.
·         Irisan mentimun


Cara mengobati mata gatal dan berair dengan murah dan cepat adalah dengan menggunakan irisan buah mentimun yang masih sangat segar dan dingin. Sebelum digunakan, simpanlah timun segar yang baru di beli dan sudah di cuci ke dalam lemari es sampai mentimun menjadi lebih dingin, kemudian keluarkan dari dalam lemari es dan iris menjadi tipis-tipis. Gunakan irisan mentimun sebagai obat mata gatal, Anda hanya perlu meletakkan irisan mentimun di atas mata yang tertutup, biarkan selama beberapa menit lalu angkat mentimun dan bersihkan mata.

Cara Mencegah Alergi Debu


Memiliki alergi sangat mengganggu penderita menjalani aktifitas sehari-hari, karena itu artinya penderita memiliki batasan dalam melakukan aktivitas ataupun mengonsumsi makanan tertentu. Terdapat banyak jenis alergi yang ada, namun yang paling sering ditemukan adalah alergi terhadap debu. Debu merupakan musuh terbesar bagi penderita alergi debu. Karena debu ini berbentuk partike-partikel kecil dan sulit untuk dilihat, maka penderita sulit untuk menghindari dampak dari alergi tersebut, seperti bersin. Jika sudah terpapar oleh debu, penderita biasanya akan langsung bersin-bersin dan aktivitasnya menjadi terganggu. Hingga saat ini kutu dianggap menjadi penyebab utama dari alergi terhadap debu.
Kutu merupakan organisme mikroskopis yang hidup ditempat lembab, lingkungan yang hangat dan memakan sel kulit mati manusia. Jika dilihat dengan menggunakan mikroskop, kutu ini terlihat seperti laba-laba. Penderita alergi debu terkadang mengalami gejala seperti hidung tersumbat, susah tidur, sesak napas, dan lain-lain. Gejala alergi yang umum ditemukan pada alergi debu ini yaitu bersin-bersin, hidung meler, mata gatal, mata merah atau berair, hidung tersumbat, hidung gatal. Gejala lain yang harus diperhatikan adalah gatal pada hidung, batuk, dan iritasi pada tenggorokan. Tingkatan gejala alergi debu yang dialami dapat berbeda-beda pada setiap penderita. Jika ringan, maka penderita tidak akan merasakan gejala yang dapat mangganggu aktivitas atau hal-hal lain yang dapat sangat mengganggu.

Berikut adalah pengobatan untuk alergi debu:
·         Obat antihistamin merupakan salah satu pilihan untuk meredakan alergi debu. Dekongestan akan membantu meringankan masalah hidung tersumbat.
·         Obat semprot hidung dan tetes mata juga bisa dijadikan sebagai alternatif untuk meredakan gejala alergi debu.
·         Menyingkirkan kutu debu akan memastikan Anda tidak mengalami gejala alergi lagi.

Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai upaya untuk mencegah dan mengurangi frekuensi paparan kutu debu adalah sebagai berikut:
·         Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar merupakan langkah awal yang harus dilakukan untuk menghilangkan kutu debu.
·         Mencuci sprei, selimut, dan pakaian dengan menggunakan air panas dapat mencegah terjadinya reaksi alergi.
·         Membersihkan debu rumah secara rutin. Bersihkan sudut sofa, dan area dibawah furniture yang sering menjadi tempat berkumpulnya debu.
·         Jemur karpet dan selimut yang tidak bisa dicuci juga dapat membantu mengurangi frekuensi debu.
·         Gunakan masker saat membersihkan rumah, pastikan juga pintu dan jendela terbuka saat membersihkan rumah.
·         Gantilah permadani atau gorden yang berat yang dapat menangkap dan menyimpan debu dengan tirai yang dapat dicuci dan permadani dari katun.

Untuk melindungi anak Anda yang sensitif terhadap debu atau menderita alergi debu, selain hal-hal di atas, Anda juga dapat menyimpan mainan-mainan yang berpotensi menjadi tempat terkumpulnya debu dan menyingkirkannya dari kamar tidur anak, hindari atau tidak membeli boneka mainan yang berbahan lembut. Sebagai referensi, hanya gunakan mainan yang bisa dicuci dan upayakan untuk menyimpan mainan di dalam wadah yang tertutup. Gejala alergi debu, seperti bersin, mirip dengan tanda-tanda pilek biasa sehingga terkadang sulit untuk bisa mengetahui apakah Anda atau anak Anda terserang alergi atau pilek. Namun jika gejalanya sudah terjadi lebih dari satu minggu, kemungkinan Anda sudah terserang alergi. Segera hubungi dokter jika Anda atau anak Anda mengalami gejala-gejala alergi, seperti hidung tersumbat, sulit tidur, atau mengi. Segera pergi ke ruang perawatan darurat jika Anda mengalami mengi atau sesak napas yang memburuk atau jika Anda kesulitan dalam bernapas.
1.      Daun Kelor

Selain memiliki kandungan yang bermanfaat bagi kesehatan, daun kelor juga bisa digunakan untuk mengobati alergi debu. Contoh obat gatal karena alergi debu adalah caranya, sediakan 30 gram daun kelor, 1 siung bawang merah, 5gram ada, 5gram pulosari, dan 3 gelas air. Semua bahan direbus dalam 3 gelas air hingga tersisa 2 gelas, kemudian disaring. Minum airnya dua kali sehari setiap pagi dan sore masing-masing satu gelas.

Fungsi, Jenis dan Efek Samping Antihistamin


Antihistamin adalah obat yang biasa digunakan untuk mengobati reaksi atau gejala alergi, seperti hay fever (rinitis alergi). Antihistamin juga dapat digunakan untuk mengobati penyakit lain, seperti vertigo dan insomnia. Beberapa reaksi alergi yang dapat diatasi dengan antihistamin, antara lain:
·         Hay fever atau alergi serbuk bunga
·         Kondisi alergi kulit, seperti kaligata (urtikaria) dan dermatitis
·         Gatal-gatal
·         Gigitan atau sengatan serangga.
Selain itu, beberapa jenis antihistamin dapat digunakan untuk membantu meringankan gejala penyakit vertigo dan insomnia. Antihistamin terdiri dari dua jenis utama yaitu:
·         Penenang: Antihistamin jenis ini sering disebut dengan antihistamin sedatif. Kerjanya akan mempengaruhi otak, sehingga menyebabkan Anda mengantuk. Contoh antihistamin sedatif yang populer adalah chlorpheniramine maleate atau sering dikenal dengan sebutan CTM (contohnya Piriton dan Alleron).
·         Non-penenang: Antihistamin ini sering disebut dengan antihistamin non-sedatif. Jenis antihistamin yang satu ini kurang memiliki efek pada otak dan tidak membuat Anda begitu mengantuk. Contoh dari antihistamin non-sedatif ini adalah acrivastine (contohnya Benadryl).

Sistem kekebalan tubuh manusia akan memberikan perlindungan dari zat berbahaya, seperti bakteri dan virus. Sistem kekebalan tubuh akan memproduksi antibodi yang bertugas untuk mengeliminasi atau menghilangkan zat-zat berbahaya ini dari tubuh. Pada reaksi alergi, sistem kekebalan tubuh akan bereaksi terhadap zat yang sebenarnya tidak berbahaya, seperti serbuk sari. Ketika ini terjadi, zat kimia yang disebut histamin dilepaskan oleh sistem kekebalan tubuh. Histamin sebenarnya sangat berguna karena dapat membantu menyembuhkan jaringan yang rusak. Namun reaksi histamin ini juga dapat menyebabkan gejala seperti:
·         Pilek atau hidung meler
·         Gatal-gatal pada mata, hidung, tenggorokan atau kulit
·         Bersin-bersin
·         Urtikaria (kaligata)
Antihistamin akan bekerja dengan memblokir (menghalangi) efek histamin di dalam tubuh Anda, yang akhirnya akan membantu mencegah peradangan dan meredakan reaksi alergi.

Ada juga bentuk reaksi alergi yang hebat, gejalanya biasanya:
·         Kesulitan bernapas
·         Bibir dan kelopak mata bengkak
·         Jantung berdebar-debar.
Jenis reaksi alergi ini disebut anafilaksis, yang harus segera mendapatkan pertolongan medis, karena ini merupakan kondisi serius yang dapat mengancam nyawa. Biasanya pihak medis akan menyuntikkan adrenalin untuk kondisi anafilaksis. Tetapi terkadang suntikan antihistamin juga digunakan selain suntikan adrenalin.

Beberapa jenis antihistamin dijual bebas di pasaran, contohnya chlorpheniramine maleate (misalnya CTM, Alleron, dan Piriton), loratadine (misalnya Clarityn) dan cetirizine (misalnya Zirtek). Sedangkan beberapa jenis antihistamin lainnya hanya bisa dibeli dengan resep dokter, karena cukup berbahaya jika dikonsumsi tidak dibawah pengawasan dokter. Tergantung dari jenis antihistamin yang Anda butuhkan, antihistamin tersedia dalam bentuk tablet, cairan, semprotan hidung, krim dan suntikan. Untuk antihistamin jenis krim, sebaiknya menggunakannya hanya dalam waktu singkat karena juga dapat menyebabkan reaksi alergi, dan jangan mengoleskannya pada area kulit rusak (seperti koreng dan luka), kecuali jika telah diizinkan oleh dokter.

Jika Anda sedang hamil, sangat disarankan untuk tidak mengonsumsi antihistamin. Hal ini juga berlaku untuk wanita menyusui karena antihistamin dapat terkonsumsi bayi melalui ASI. Jika memang Anda mengalami reaksi alergi atau perlu menggunakan antihistamin padahal sedang hamil atau menyusui, sebaiknya minta saran dari dokter. Untuk penderita epilepsi, penggunaan antihistamin sedatif juga harus mendapatkan izin dari dokter. Dan tidak boleh mengonsumsi antihistamin sedatif jika memiliki penyakit hati yang berat. Efek samping setiap jenis antihistamin berbeda-beda, begitu juga dengan efek samping satu jenis antihistamin berbeda-beda pada setiap orang. Efek samping antihistamin yang cukup sering terjadi, antara lain:
·         Sakit kepala
·         Susah buang air kecil
·         Mulut kering
·         Penglihatan kabur
·         Sakit dan muntah.
Sedangkan efek samping antihistamin yang jarang terjadi, antara lain:
·         Tekanan darah turun
·         Aritmia (irama jantung abnormal)
·         Pusing
·         Bingung
·         Depresi
·         Gangguan tidur
·         Tremor (gemetar pada bagian tubuh, lebih sering pada tangan)
·         Reaksi alergi (termasuk bengkak, ruam, dan kesulitan bernapas)
·         Gangguan hati dan darah.

Mencegah Alergi Dingin secara Alami


Alergi dingin memang bisa terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak dan orang tua. Alergi terhadap suhu atau udara dingin di Indonesia memang tidak terlalu banyak kasus yang ditemukan, namun dalam musim-musim tertentu alergi dingin juga bisa terjadi. Bentuk alergi dingin sangat beragam mulai dari beberapa gejala seperti flu, pilek maupun gatal di semua bagian tubuh. Namun biasanya penderita tidak menyadari jika hal itu bisa termasuk ke dalam alergi dingin dan lebih melihat pada reaksi karena perubahan suhu saja. Alergi dingin dengan beberapa gejala flu sebenarnya sangat berbeda. Gejala flu seperti batuk, pilek, demam, dan bersin memang bisa terjadi seperti alergi dingin. Beberapa gejala seperti flu merupakan penyakit menular yang dengan mudah terjadi. Sementara itu reaksi alergi tidak akan menular karena alergi disebabkan oleh sebuah kondisi dalam tubuh itu sendiri. Reaksi alergi bisa terjadi karena ada sistem kekebalan tubuh yang bergerak terlalu aktif ketika ada sebuah zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Setiap orang yang mengalami alergi dingin bisa mengalami beberapa gejala yang berbeda. Munculnya reaksi ini tergantung dari kondisi tubuh dan tingkat keparahan alergi.

Gejala alergi dingin adalah sebagai berikut:
·         Gangguan pernafasan seperti asma dan mengi.
·         Berbagai gejala flu seperti batuk, demam, sakit tenggorokan, bersin, dan hidung meler.
·         Ruam pada kulit.
·         Rasa yang sangat lelah.
·         Sakit pada semua sendi dan tulang.
Jika anda ragu apakah anda menderita flu atau alergi dingin maka sebaiknya segera lakukan pemeriksaan alergi untuk tahap awal. Alergi dan flu adalah gejala yang sangat berbeda karena itu Anda tidak bisa memakai obat flu untuk mengatasi alergi. Hingga saat ini memang belum ada zat pasti untuk mengatasi alergi, namun tetap bisa mencegah alergi dingin dengan beberapa cara berikut ini:
·         Hindari Penyebab Alergi

Langkah pertama untuk mencegah munculnya alergi dingin adalah menjauhi semua penyebab dari reaksi alergi dingin. Jika memang Anda tinggal dalam lingkungan yang dingin maka bisa diatasi dengan memakai pakaian yang tebal, menjaga suhu tubuh tetap hangat dan memakai masker untuk melindungi mulut dan hidung. Jika mengalami beberapa gejala alergi seperti gejala flu maka usahakan untuk menjaga kebersihan tubuh dan menghindari terlalu banyak kontak dengan orang lain. Tetapi anda bisa bersikap seperti biasa lagi ketika semua gejala alergi dingin telah hilang. Penyebab alergi lainnya juga bisa dikarenakan oleh bahaya makanan laut, bahaya bulu kucing dan diggit anjing.
·         Banyak Minum

Gejala alergi dingin dengan tanda seperti gejala flu memang biasanya terjadi pada semua penderita alergi. Namun dengan perawatan yang benar maka gejala ini bisa melindungi penderita dari beberapa kondisi tertentu seperti sinusitis dan infeksi telinga rongga tengah. Untuk mencegah kondisi yang lebih parah maka penderita alergi sangat disarankan untuk mengkonsumsi banyak air minum. Air minum bisa membantu mengatasi reaksi yang lebih parah karena air akan menjaga metabolisme dalam tubuh sehingga tubuh tetap kuat dan sehat. Namun memang beberapa kondisi air minum dapat berbahaya seperti akibat terlalu banyak minum air putih, bahaya minum air es dan akibat kurang minum.
·         Sumber Vitamin C

Sumber makanan yang mengandung vitamin C bisa mengatasi reaksi alergi dingin karena bisa menghambat perkembangan dari sel-sel tubuh yang mengeluarkan histamin dalam jumlah yang tinggi. Bahkan sumber vitamin C bisa membantu mengatasi berbagai jenis gejala yang reaksi alergi seperti gatal, ruam dan gejala flu lain. Buah yang mengandung vitamin C juga berperan sebagai sumber antioksidan yang bisa membantu tubuh melawan radikal bebas dan mencegah semua peradangan. Sumber makanan yang sangat disarankan adalah seperti jeruk, semangka, apel, stroberi dan beberapa sumber lain.
·         Ikan Salmon

Ikan salmon adalah sumber makanan yang kaya dengan kandungan asam lemak omega tiga yang telah terbukti bisa menjadi agen tinggi anti histamin. Ikan salmon sangat baik untuk memenuhi nutrisi penderita alergi dingin yang bisa mengalami gangguan ketika alergi terjadi. Olahan ikan salmon tanpa minyak sangat disarankan. Ikan salmon ini juga bisa dikonsumsi sebagai makanan penurun kolesterol, makanan sehat untuk penderita stroke, makanan yang mengandung asam folat.

Alergi dingin memang sangat menyiksa terutama ketika sudah menganggu aktifitas Anda. Untuk itu Anda bisa mencoba mengkonsumsi berbagai jenis makanan pencegah alergi dingin atau menjaga agar badan tetap sehat ketika reaksi alergi mulai muncul.

Mengatasi Alergi Dingin secara Alami


Urtikaria dingin atau alergi dingin adalah jenis dari banyak alergi yang dialami oleh tubuh manusia. Alergi dingin adalah kondisi dimana kulit bereaksi terhadap kondisi dingin di sekitarnya dan menyebabkan kulit muncul bilur yang terasa gatal dan kemerahan. Alergi dingin terjadi karena pelepasan zat histamin pada tubuh yang kemudian menyebabkan tubuh bereaksi dengan munculnya bintik merah yang apabila semakin digaruk akan menyebabkan bintik merah itu semakin lama akan semakin menyebar. Urtikaria dingin ini biasanya menyerang individu yang memiliki kulit yang sensitive terutama terhadap perubahan suhu di sekitarnya. Ada beberapa penyebab munculnya alergi dingin tersebut. Berikut adalah beberapa penyebab munculnya alergi dingin tersebut:
·         Musim Hujan. Keadaan ketika sedang terjadi hujan memungkinkan orang yang memiliki kulit yang sensitive dan memiliki penyakit alergi dingin akan membuat penyakitnya kambuh kembali. Hal ini terjadi karena pada musim hujan pertumbuhan kutu dan debu di rumah semakin meningkat. Selain itu, pertumbuhan jamur karena suhu yang dingin dan lembab juga akan semakin meningkat. Hal inilah yang kemudian membuat bakteri menyerang kulit dan mengakibatkan alergi dingin pada setiap kulit yang diserangnya.
·         Kelembapan udara. Keadaan udara di sekitar kita yang mendadak lembab juga menyebabkan beberapa bakteri dan virus tumbuh menjadi lebih cepat. Selain itu, keadaan udara yang lembab membuat suhu menjadi dingin. Hal inilah yang juga bisa membuat alergi dingin pada kulit dapat muncul.
·         Daya tahan tubuh. Selain keadaan suhu di luar tubuh individu tersebut, daya tahan tubuh yang dipunya oleh individu itu juga berpengaruh terhadap munculnya penyakit ini. Gatal dan bengkak yang terjadi pada alergi dingin ini muncul karena tubuh mengeluarkan zat pelindung tubuh yang bernama histamine secara berlebihan. Hal ini terjadi supaya tubuh tidak mengalami kedinginan yang teramat sangat.
·         Konsumsi makanan atau minuman. Penyakit ini juga muncul bukan hanya karena suhu yang ada di sekitar tetapi juga makanan atau minuman yang dikonsumsi oleh individu tersebut. Hal ini jika terjadi malah lebih berbahaya. Pasalnya, ketika tubuh mengalami produksi histamin yang berlebihan, maka akan membuat tenggorokan dan juga lidah semakin membengkak. Hal ini bisa menyebabkan sulit bernafas dan membahayakan individu.
Meskipun pada dasarnya belum ada obat untuk penyakit alergi dingin, akan tetapi ada beberapa cara untuk mengatasinya ketika anda terserang alergi terhadap suhu yang dingin. Memang dalam setiap penyakit, penanganan yang tepat dibutuhkan. Berikut adalah beberapa cara untuk mengatasi alergi dingin:
·         Mengkonsumsi obat

Hal pertama yang mungkin dilakukan untuk mengatasi alergi dingin adalah dengan mengkonsumsi obat-obatan. Dalam hal ini, obat yang seharusnya dikonsumsi adalah antihistamin. Obat ini berguna untuk mengontrol kadar pelepasan zat histamin yang menyebabkan tubuh bereaksi seperti bentol dan merah. Antihistamin memang sebaiknya segera dikonsumsi ketika sudah terasa bahwa anda akan mengalami alergi dingin. Selain obat antihistamin, anda bisa mengkonsumsi obat-obatan lain seperti omalizulab, doxepin, dan beberapa obat anti alergi yang lain. Selain itu, ada obat bernama steroid. Obat ini juga bisa menurunkan reaksi imunitas tubuh sehingga hal tersebut dapat menekan gejala alergi yang anda hadapi.
·          Membawa suntikan adrenalin

Reaksi yang dikenal dengan anafilaksis terjadi ketika anda terserang alergi dingin. Untuk mencegah reaksi ini, anda bisa melakukannya dengan menyuntikkan suntikan adrenalin untuk menjaga diri anda dari reaksi anafilaksis ini. Reaksi ini bisa muncul sewaktu-waktu ketika suhu di luar tubuh anda mendadak menjadi dingin. Maka dari itu anda harus selalu membawa suntikan adrenalin untuk mencegah terjadinya anafilaksis tersebut.
·         Mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin D

Salah satu penyebab alergi adalah akibat kekurangan vitamin D. Secara normal, tubuh anda membutuhkan sekitar 200 IU vitamin D. Maka dari itu, menjaga kadar vitamin D dalam tubuh adalah salah satu cara mencegah terjadinya alergi dingin. Vitamin D dapat anda dapatkan dari beberapa makanan yang bisa didapatkan di pasar. Anda harus memperbanyak memakan buah yang mengandung vitamin D dan tentunya tetap menjaga daya tahan tubuh sebaik mungkin.
·         Minum air kelapa muda

Sudah menjadi pengetahuan bagi setiap orang bahwa air kelapa muda memiliki sifat pembersih racun dalam tubuh. Ketika anda terserang alergi dingin, meminum air kelapa muda dapat membantu anda untuk kembali pada keadaan sehat karena air kelapa muda bisa membersihkan racun dalam tubuh anda.

Mengatasi Hidung Tersumbat secara Alami


Hidung tersumbat adalah salah satu gejala gangguan pernafasan, penyumbatan dapat terjadi pada sebelah hidung ataupun kedua hidung. Penyebab hidung tersumbat antara lain karena penyakit ringan seperti flu dan infeksi sinus. Terjadinya peradangan pada lapisan rongga hidung dapat mengakibatkan susah bernafas. Ketika mengalami hidung tersumbat pasti akan membuat anda menjadi risih karena ketika ingin tidur pulas, terkadang tidak bisa karena sulit bernafas. Berikut adalah beberapa penyebab hidung tersumbat, antara lain:
·         Alergi
·         Polip
·         Iritasi hidung
·         Sinusitis
·         Sakit Kepala cluster
·         Tumor
·         Debu
·         Asap rokok
·         Benda asing
Berikut adalah cara mengatasi hidung tersumbat secara alami:
·         Air Panas

Hal ini sangat mudah dan dapat dilakukan sesering mungkin, kelembaban dan uap dari air panas dapat dihirup oleh hidung tersumbat fungsinya untuk meringankan peradangan dan dalam waktu singkat anda dapat bernafas lebih dalam lagi. Walau dalam proses ini penyumbatan hidung berangsur membaik, tetapi ada baiknya anda tetap membuang lendir dalam hidung.
·         Tidur Dengan 2 Bantal

Hidung tersumbat sering kali mengganggu istirahat tengah malam anda, akibatnya anda tidak bisa tidur dimalam hari. Tetapi jangan sampai hal ini mengganggu aktifitas pagi hari, sebelum ingin pergi tidur anda dapat menyediakan 2 bantal untuk mendapatkan posisi tidur setengah menunduk. Hal ini berguna agar pernafasan tidak tersumbat karena dampak adanya daya gravitasi dan dengan cara ini akan mengurangi penumpukan aliran darah pada hidung.
·         Kompres Hangat

Cara ini perlu menyiapkan air hangat, hingga anda merasakan hasil yang diharapkan. Sediakan handuk kecil dan air hangat sesuai yang dibutuhkan, dan tempelkan pada hidung memanjang ke pipi kanan dan kiri, sebaiknya posisi berbaring dengan 1 bantal, dan ulangi caranya jika kain menjadi dingin hingga anda mendapatkan hasil yang diinginkan.
·         Steaming

Ternyata proses steaming tidak hanya bagus untuk rambut, steaming juga dapat mengurangi peradangan pada hidung dan memperlancar aliran pernafasan. Caranya, sediakan handuk kecil untuk rambut dan air baskom yang hangat, lalu cuci handuk dalam air panas lalu kurungi kepala dengan handuk tersebut. Diusahakan air tidak terlalu panas karena hal ini dapat merusak kesehatan rambut.

Mengatasi Mata Gatal dan Berair secara Alami


Mata seringkali terinfeksi kotoran dan juga debu sehingga mengakibatkan mata menjadi merah disertai dengan rasa gatal. Kebiasaan buruk mengucek mata ketika terasa gatal sebenarnya akan memperburuk kondisi mata tidak hanya semakin merah, mata juga akan terasa panas dan juga berair. Untuk itu ketika terjadi iritasi mata diharapkan untuk tidak mengucek mata dalam waktu yang lama. Infeksi mata disebabkan oleh banyak hal dan semuanya bisa diatasi dengan melakukan sejumlah terapi secara alami. Akan tetapi untuk mengatasi mata gatal dan berair perlu dikenal dan diketahui sejumlah penyebab terjadinya karena jika terjadi iritasi mata ada beberapa lapisan mata yang akan terinfeksi. Berikut ini sejumlah penyebab terjadinya iritasi mata sehingga mata menjadi gatal dan berair.
·         Terinfeksi Virus: Infeksi ini biasanya berhubungan dengan ISPA, gejala yang ditimbulkan akibat infeksi virus adalah berair pada mata, terasa gatal, memerah, terasa bengkak dan seperti mengganjal pada bagian mata.
·         Terinfeksi Bakteri: Bakteri staphylococcus dan bakteri pneumoccocus adalah penyebab utamanya. Gejalanya sama seperti mata yang terinveksi virus. Selain itu akan terasa perih disertai dengan keluarnya belek atau kotoran mata berwarna kuning pekat seperti nanah. Apalagi ketika baru bangun di pagi hari, mata akan terselimuti kotoran mata sehingga susah untuk dibuka karena lengket. Mata akan terasa panas dan juga mengganjal seperti ada benda yang masuk ke dalam mata.
·         Akibat Alergi: Alergi mata akan membuat mata terasa gatal dan memerah serta berair. Terkadang juga terjadi pembengkakan pada kelopak mata seperti berisi cairan.
·         Terdapat Luka pada Mata: Jika mata terdapat luka bisa menimbulkan infeksi dan reaksi yang berbahaya jika tidak segera ditangani.
Penyebab mata gatal dan berair diatas bisa diakibatkan karena dampak buruk lingkungan atau karena ketidaksengajaan dari tindakan yang dilakukan sehingga mata menjadi terinfeksi. Namun tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi mata gatal seperti diatas. Dengan cara mudah dan alami bisa membuat mata kembali cerah dan tidak gatal atau merah lagi. Bahan-bahan yang digunakan juga merupakan bahan yang sangat sering dijumpai dalam kehidupan sehari hari. Berikut ini cara alami yang bisa dilakukan untuk mengatasi mata gatal dan berair:
·         Irisan Timun

Irisan timun yang dingin juga bisa digunakan untuk mengatasi mata gatal dan merah. Caranya adalah dengan mengiris timun tipis-tipis dan melintang lalu letakkan pada mata, biarkan hingga timun kering dan diganti setelah irisan timun sudah mengering. Irisan timun sangat efektif untuk mengatasi mata gatal dan berair karena timun dipercaya mengandung anti-iritasi yang menyegarkan.
·         Susu Murni

Susu murni juga bisa digunakan untuk mengatasi mata gatal dan merah yaitu dengan meneteskan beberapa tetes susu murni pada kapas lalu letakkan kapas diatas mata dan biarkan beberapa saat. Lakukan secara rutin hingga iritasi mata hilang dan sembuh.
·         Irisan Kentang 

Seperti halnya irisan timun, irisan kentang mentah juga bisa digunakan untuk mengatasi mata gatal. Caranya adalah dengan mengiris tipis kentang yang segar dan dingin lalu letakkan diatas mata. Kentang akan membuat mata menjadi rileks dan juga sejuk sehingga rasa gatal perlahan menghilang.

Berikut adalah tips mencegah mata berair:
·         Menghindari penyebab alergi, penyebab iritasi dan kuman.
·         Mencuci tangan untuk mengurangi alergi dan pencemaran, karena kuman dan penyebab alergi dapat dengan mudah dipindahkan dari jari-jari tangan ke mata.
·         Jangan menggosok mata, karena ini akan menyebabkan iritasi dan memperburuk kondisi.
·         Gunakan kacamata diluar ruangan untuk melindungi mata dari penyebab alergi dan penyebab iritasi lainnya serta sebagai pengganti lensa kontak.
·         Cuci sesering mungkin seprei dan sarung bantal.
·         Hindari produk dari bulu binatang jika ada alergi terhadapnya.
·         Hindari memakai make up mata. Bagi mereka yang memilih tetap menggunakan makeup, jangan sekali-kali berbagi (memakai bersama) produk dengan orang lain.