Jumat, 17 Juni 2016

Pengertian Rinitis Alergi



Rinitis alergi disebut juga sebagai hay fever yang memiliki gejala seperti hidung gatal, bersin-bersin, hidung meler dan tersumbat atau pilek. Gejala rinitis alergi memang mirip dengan Flue atau common cold yang membedakannya, rinitis alergi ini disebabkan oleh reaksi alergi sedangkan influenza ataupun common cold disebabkan oleh infeksi virus. Alergi pada rinitis alergi dapat disebabkan oleh debu, bulu binatang, serbuk sari dan lain-lain atau bisa juga diperparah oleh cuaca yang dingin atau lingkungan dingin sehingga sering kali kita jumpai bersin-bersin pada pagi hari. Ciri khas dari pilek alergi ini (Rinitis alergi) yaitu gejala pilek akan muncul ketika seseorang terpapar dengan alergen tertentu misalkan ketika terpapar debu seseorang menjadi bersin-bersin hidung tersumbat dan meler. Gejala rinitis alergi terdiri dari:
·         Hidung berair.
·         Hidung tersumbat.
·         Hidung gatal.
·         Mata berair dan gatal.
·         Batuk nyeri di daerah wajah terutama sekitar hidung.
·         Fungsi penciuman menurun meskipun rinitis alergi bisa mengenai semua umur namun paling sering terjadi pada usia remaja atau dewasa muda.


Faktor risiko rinitis alergi seseorang akan mudah atau mungkin lebih mudah mengalami rinitis alergi ketika:
·         Memiliki riwayat alergi seperti asma atau gatal-gatal pada kulit.
·         Riwayat keluarga dengan rinitis alergi atau asma dan alergi jenis lain.
·         Tinggal di tempat yang sering terpapar alergen seperti bulu binatang.
Komplikasi rinitis alergi masalah yang mungkin berhubungan dengan rinitis alergi atau hay fever meliputi:
·         Berkurangnya kualitas hidup. Hay fever atau rinitis alergi dapat mengganggu kenikmatan kegiatan dan menyebabkan Anda menjadi kurang produktif. Bagi banyak orang, gejala rinitis alergi ini mengakibatkan absen dari pekerjaan atau sekolah.
·         Kurang tidur. Rinitis alergi dapat membuat Anda tidak bisa tidur sehingga kurang istirahat. Memperberat asma. Jika Anda memiliki asma, rinitis alergi dapat memperburuk tanda-tanda dan gejala asma, seperti batuk dan mengi.
·         Sinusitis. Tersumbatnya Sinus dalam jangka panjang karena rinitis alergi dapat meningkatkan kerentanan seseorang untuk terkena sinusitis
·         Infeksi telinga. Pada anak-anak, rinitis alergi merupakan faktor penyebab terjadinya infeksi telinga bagian tengah (otitis media).
Diagnosis rinitis alergi


Proses diagnosis rinitis alergi akan diawali dengan dokter yang menanyakan gejala-gejala yang dialami, riwayat kesehatan kemudian akan memeriksa kondisi hidung Anda untuk mencari petunjuk lebih jauh. Contoh pemeriksaan yang mungkin akan dilakukan dengan endoskopi hidung, CT scan, atau tes pernapasan melalui hidung (a nasal inspiratory flow test). Jika dibutuhkan, ada beberapa pemeriksaan lebih lanjut yang umumnya dianjurkan untuk memastikan diagnosis, misalnya tes kulit untuk mengetahui jenis alergi Anda serta tes darah untuk menyelidiki keberadaan antibodi IgE dalam tubuh.


Cara mengobati pilek-bersin alergi (rinitis aqlergi) yang terbaik adalah dengan menghindari zat yang menyebabkan rinitis alergi. Jadi harus diketahui terlebih dahulu hal-hal apa saja yang membuat pilek alergi anda muncul untuk bisa menghindarinya karena setiap orang bisa berbeda. Jika rinitis alergi tidak terlalu parah, obat-obat anti alergi yang dijual bebas mungkin cukup untuk meringankan gejala-gejala yang muncul. Untuk gejala yang lebih mengganggu, Anda mungkin perlu obat dari resep dokter. Jika anak mengalami rinitis alergi, konsultasikan dengan dokter tentang perawatan yang terbaik. Karena ada obat-obatan tertetu yang bisa untuk orang dewasa tetapi tidak boleh untuk anak-anak, jadi jangan sembarangan memberikan anak obat. Obat-obatan yang biasanya digunakan untuk mengatasi pilek, bersin-bersin alergi (rinitis alergi) antara lain:
·         Nasal kortikosteroid. Obat semprot hidung yang mengandung konrikosteroid untuk mencegah dan mengobati peradangan hidung, hidung gatal dan pilek yang disebabkan oleh alergi.
·         Antihistamin. Biasanya berbentuk pil (contohnya CTM, loratadin, difenhidramin, cetirizin, dsb). Berfungsi untuk meringankan hidung gatal, bersin-bersin dan pilek.
·         Dekongestan. Ada yang tablet, sirup, dan juga semprot hidung berfungsi untuk melegakan hidup tersumbat. Tetapi, hati-hati dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah (terutama yang untuk di minum).
Secara umum itulah obat-obat yang sering digunakan untuk menangani rinitis alergi meskipun masih ada jenis obat yang lain seperti Cromolyn natrium, Leukotriene modifier, Nasal steroid dan lain-lain.
·         Nasal Steroid


Merupakan obat pilihan untuk rhinitis tipe perennial, dan dapat digunakan untuk rhinitis seasonal. Nasal steroid diketahui memiliki efek samping yang sedikit. Obat yang biasa digunakan lainnya antara lain sodium kromolin, dan ipatropium bromida. Penanganan terapi rhinitis alergi yang terakhir adalah dengan imunoterapi. Terapi ini disebut juga sebagai terapi desensitisasi. IMunoterapi merupakan proses yang panjang dan bertahap.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar